Komponen utama sel bahan bakar adalah: Elektroda, Membran Elektrolit, Kolektor Arus, dll.
1, elektroda
Elektroda sel bahan bakar adalah tempat reaksi elektrokimia dimana bahan bakar mengalami reaksi oksidasi dan oksidan mengalami reaksi reduksi. Kunci kinerjanya terletak pada kinerja katalis, bahan elektroda dan proses pembuatan elektroda.
Elektroda dapat dibagi menjadi dua bagian, satu adalah anoda dan yang lainnya adalah katoda. Ketebalan umumnya 200-500mm. Strukturnya berbeda dengan elektroda datar baterai biasa karena elektroda sel bahan bakar adalah struktur berpori, sehingga dirancang untuk berpori. Alasan utama untuk struktur ini adalah sebagian besar bahan bakar dan oksidan yang digunakan dalam sel bahan bakar adalah gas (seperti oksigen, hidrogen, dll.), dan kelarutan gas dalam elektrolit tidak tinggi. Untuk meningkatkan kerapatan arus kerja aktual dari sel bahan bakar dan mengurangi polarisasi, Oleh karena itu, elektroda dengan struktur berpori telah dikembangkan untuk meningkatkan luas permukaan elektroda yang terlibat dalam reaksi. Ini juga salah satu alasan utama mengapa sel bahan bakar dapat berpindah dari tahap penelitian teoretis ke tahap praktis.
Saat ini, elektroda sel bahan bakar suhu tinggi terutama terbuat dari bahan katalitik, seperti Y2O3-stabilized-ZrO2 (disingkat YSZ) sel bahan bakar oksida padat (disingkat SOFC) dan elektroda nikel oksida untuk sel bahan bakar karbonat cair ( disingkat MCFC), dll., Dan sel bahan bakar suhu rendah terutama terdiri dari lapisan tipis bahan katalis yang didukung oleh lapisan difusi gas, seperti elektroda platinum sel bahan bakar asam fosfat (disebut sebagai PAFC) dan pertukaran proton sel bahan bakar membran (disebut sebagai PEMFC). [4]
2, diafragma elektrolit
Fungsi utama membran elektrolit adalah untuk memisahkan oksidator dan reduktor, serta untuk menghantarkan ion, sehingga semakin tipis membran elektrolit semakin baik, tetapi kekuatannya juga perlu diperhatikan. Sejauh menyangkut teknologi saat ini, ketebalan umumnya sekitar puluhan milimeter hingga ratusan milimeter. ; Untuk materi, saat ini ada dua arah pengembangan. Salah satunya adalah pertama-tama membuat diafragma berpori dengan bahan isolasi seperti film asbes, film silikon karbida SiC, film lithium aluminat (LiAlO3), dan kemudian merendamnya dalam karbon cair lithium-kalium. Garam, kalium hidroksida dan asam fosfat, dll., membuatnya menempel pada pori-pori diafragma, dan yang lainnya adalah menggunakan resin asam perfluorosulfonat (seperti PEMFC) dan YSZ (seperti SOFC).
3, kolektor
Kolektor disebut juga pelat bipolar, yang memiliki fungsi mengumpulkan arus, memisahkan oksidan dan reduktor, serta menyalurkan gas reaksi. Kinerja kolektor terutama tergantung pada karakteristik materialnya, desain bidang aliran, dan teknologi pemrosesan.
Tag populer: elektroda titanium untuk sel bahan bakar, Cina, pemasok, produsen, pabrik, disesuaikan, grosir, beli, harga, murah, penjualan, kutipan, dalam stok, sampel gratis








